kampoeng ihsan

Sunday, March 26, 2006

oleh-oleh dari MIT (2):日本人の英語論文をよくするために

adalah satu hal yang gak bisa dihindarkan bagi seorang researcher untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bahasa inggris. sampai sekarang hal ini masih menjadi barrier yang perlu ditaklukan bagi peneliti2 yang terlahir di daerah bukan berbahasa inggris. apalagi bagi peneliti2 jepang yang notabene punya grammar dan style bahasa yang jauh berbeda dgn english. berangkat dari hal ini, panitia conference yang aku ikutin kemaren mengadakan semacam kuliah singkat berdurasi 2 jam dengan tema "日本人の英語論文をよくするために" (How to improve english paper for japanese). kuliah singkat ini diberikan oleh Mark Peterson, seorang profesor di Waseda Univ yang berkebangsaan Amerika. Prof. Mark juga merupakan salah seorang reviewer di beberapa journal terkemuka.

mumpung kuliahnya gratis (^_^) dan merasa englishku dah parah banget, akupun mengikuti kuliah singkat ini. sesuai dugaan banyak peminatnya. sebenarnya aku datang gak telat2 amat, sekitar 15 menit sebelum acara dimulai. tapi udah gak kebagian tempat duduk dan kuliah pun diikuti sambil berdiri. aku coba tuliskan lagi beberapa poin penting yang berhasil dicatat kemaren.

1. Avoid the passive voice as much as possible for easier reading and to avoid misunderstanding
kata si Mark, dulu tabu banget penggunaan "we" or "I" dalam penulisan ilmiah karena pengen menghilangkan kesan "erasou" (haughtily). tapi beberapa tahun terakhir trendnya mulai berubah karena terkadang ada beberapa hal yg emang bagusnya mesti tetap pake active voice.
Mark juga menekankan tentang kurang bagusnya kebiasaan orang jepang menggunakan kata "be considered" yang mungkin pengaruh dari kata "思われる" or "考えられる".
Misalnya :
× This unexpected reaction was considered to be due to ...
○ This unexpected reaction appeared to be due to ...
○ We assumed this unxpected reaction to be due to ...

2. Penggunaan article "the" dan "a"
aku terkadang masih sering lupa untuk menambahkan artikel "the" dan "a". jadi inget pas mas peni baca paper englishku, banyak tambahan "the"nya (mas peni, sono toki arigatou ne ^_^). menurut mark, setelah selesai nulis paper, hal pertama yang perlu dicek adalah "the" dan "a".

3. Biasakan menggunakan kata2 yang berbeda
misalnya indicators of causal relationships. sebenarnya banyak pilihan kata yang bisa dipakai untuk menjelaskan sebab-akibat. therefore, since, because, as, for, accordingly, concequently, then, thus, as a result, hence, dan masih banyak lagi. usahakan untuk memakai kata yang berbeda. tapi perlu diperhatikan juga perbedaan yang sangat tipis antara kata2 di atas.
atau misalnya ketika menjelaskan gambar, bisa memakai kata show, figure, demonstrate, illustrate, dan sebangsanya.

4. Peggunaan ~によると、~によって
orang jepang kadang suka bingung membedakan depend, due to, according to, based on, caused by, by, through, dll. hal ini mungkin karena klo diterjemahin ke bahasa jepang semuanya artinya ~によって.

5. Hindari penggunaan "of" yang berulang2
sama kayak "の" dalam bahasa jepang, penggunaan "of" yang berulang2 juga gak bagus.

6. "Sophisticated" word placement
hindari penggunaan kata hubung "however", "therefore", dan kawan2 di awal kalimat karena jadi 子供っぽい英語 (childish english).

7. Beberapa kata yang biasanya orang jepang salah pakai
  • maybe ≠ たぶん (=かもしれない)
  • expect ≠ 期待する (=予期する)
  • challenge ≠ 挑戦する (=挑発する)
  • by the way≠ ところで (=因みに)
  • apparently ≠ 明らかに (=見たところでは、どうも・・・らしい)
itulah sedikit catatan dari kuliah kemaren. di akhir kuliahnya Prof. Mark berpesan sering2 baca english paper dan sering2 nulis. jadi ingat pepatah minang, "lanca jalan dek ditampuah, lanca kaji dek diulang".

tamat... (^_^)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home