kampoeng ihsan

Monday, March 27, 2006

rasanya baru kemaren (1)

alhamdulillah, secara resmi hari ini namaku jadi sedikit lebih panjang. ada tambahan 4 karakter di belakang nama (eh, lima ding klo titik dimasukin juga ^_^). wisudaan di sini jauh gak semeriah di indonesia. acara wisudaan se univ selama 1.5 jam + di jurusan 0.5 jam. itu saja. gak ada acara pemindahan umbul2 (?) topi oleh rektor or kajur. gak harus pake toga. gak ada arak2an wisudawan sekeliling kota, gak ada acara berantem antar jurusan. begitu simple.

sampai tadi pagi sebelum berangkat ke kampus, sama sekali gak ada perasaan spesial bahwa hari ini adalah salah satu hari penting dalam hidupku. mungkin karena presentasi akhir TA udah lebih sebulan yang lalu. mungkin juga karena acara syukuran wisuda di lab dah dilaksanakan minggu lalu (11 Mar). atau mgkn juga belum bener2 selesai sekolah karena masih lanjut ke master. ah... entahlah.

syukurlah, perasaan haru itu muncul juga pas acara wisudaan. tepatnya ketika salah seorang mahasiswi perwakilan wisudawan master (?) memberikan sepatah dua patah kata (kok gak tiga patah yah?? ^_^). isinya bener2 menyentuh. apalagi pake iringan musik yang mantap banget. untung tadi gak sempat meneteskan air mata (caila... :D). pas si mbak tadi ngasih kata sambutan, kejadian 5 tahun ini kembali terlintas.

rasanya baru kemaren bertapa di sebuah gunung di sudut kota Osaka buat bermain2 dengan kanji. rasanya baru kemaren aku stres karena begitu favoritnya jurusan elektro di antara sesama mahasiswa monbusho. rasanya baru kemaren gak bisa jawab ujian soal matematika walau waktunya dah diperpanjang sampai 4-5 jam.

rasanya baru kemaren diterima secara resmi jadi mahasiswa Tokyo Tech. baru kemaren ambil kuliah kalkulus dan cuma dapat C. rasanya baru kemaren gak bisa jawab ujian Fidas karena gak selesai baca soal cerita yang panjangnya minta ampun. baru kemaren aku jawab soal ujian Kidas panjang2 tapi disalahin si dosen karena yang ditanya beda yang aku jelasin beda.

rasanya baru kemaren aku rela gak ikut club dan unit kegiatan mahasiswa karena menyadari waktu belajarku harus 5-6 kali orang jepang. sesuatu hal yang gak mgkn banget buat seorang "Ihsan". seorang Ihsan yang kerjaannya sewaktu masih di Indonesia gak betah dengan buku, gak bisa tenang klo gak ada kesibukan ngurusin "hal2 gak penting", tapi setelah nyampe di Jepang jadi seorang "student abis" yang rajinnya minta ampun. klo diingat2 lagi beratnya perjuangan di semester 1 dan 2 karena barrier bahasa jepang, adalah sangat wajar aku bersyukur dan bangga dengan tambahan huruf di belakang namaku yang berhasil kuraih hari ini.

bersambung (lagi2.. klo sempat^_^)

Sunday, March 26, 2006

oleh-oleh dari MIT (2):日本人の英語論文をよくするために

adalah satu hal yang gak bisa dihindarkan bagi seorang researcher untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bahasa inggris. sampai sekarang hal ini masih menjadi barrier yang perlu ditaklukan bagi peneliti2 yang terlahir di daerah bukan berbahasa inggris. apalagi bagi peneliti2 jepang yang notabene punya grammar dan style bahasa yang jauh berbeda dgn english. berangkat dari hal ini, panitia conference yang aku ikutin kemaren mengadakan semacam kuliah singkat berdurasi 2 jam dengan tema "日本人の英語論文をよくするために" (How to improve english paper for japanese). kuliah singkat ini diberikan oleh Mark Peterson, seorang profesor di Waseda Univ yang berkebangsaan Amerika. Prof. Mark juga merupakan salah seorang reviewer di beberapa journal terkemuka.

mumpung kuliahnya gratis (^_^) dan merasa englishku dah parah banget, akupun mengikuti kuliah singkat ini. sesuai dugaan banyak peminatnya. sebenarnya aku datang gak telat2 amat, sekitar 15 menit sebelum acara dimulai. tapi udah gak kebagian tempat duduk dan kuliah pun diikuti sambil berdiri. aku coba tuliskan lagi beberapa poin penting yang berhasil dicatat kemaren.

1. Avoid the passive voice as much as possible for easier reading and to avoid misunderstanding
kata si Mark, dulu tabu banget penggunaan "we" or "I" dalam penulisan ilmiah karena pengen menghilangkan kesan "erasou" (haughtily). tapi beberapa tahun terakhir trendnya mulai berubah karena terkadang ada beberapa hal yg emang bagusnya mesti tetap pake active voice.
Mark juga menekankan tentang kurang bagusnya kebiasaan orang jepang menggunakan kata "be considered" yang mungkin pengaruh dari kata "思われる" or "考えられる".
Misalnya :
× This unexpected reaction was considered to be due to ...
○ This unexpected reaction appeared to be due to ...
○ We assumed this unxpected reaction to be due to ...

2. Penggunaan article "the" dan "a"
aku terkadang masih sering lupa untuk menambahkan artikel "the" dan "a". jadi inget pas mas peni baca paper englishku, banyak tambahan "the"nya (mas peni, sono toki arigatou ne ^_^). menurut mark, setelah selesai nulis paper, hal pertama yang perlu dicek adalah "the" dan "a".

3. Biasakan menggunakan kata2 yang berbeda
misalnya indicators of causal relationships. sebenarnya banyak pilihan kata yang bisa dipakai untuk menjelaskan sebab-akibat. therefore, since, because, as, for, accordingly, concequently, then, thus, as a result, hence, dan masih banyak lagi. usahakan untuk memakai kata yang berbeda. tapi perlu diperhatikan juga perbedaan yang sangat tipis antara kata2 di atas.
atau misalnya ketika menjelaskan gambar, bisa memakai kata show, figure, demonstrate, illustrate, dan sebangsanya.

4. Peggunaan ~によると、~によって
orang jepang kadang suka bingung membedakan depend, due to, according to, based on, caused by, by, through, dll. hal ini mungkin karena klo diterjemahin ke bahasa jepang semuanya artinya ~によって.

5. Hindari penggunaan "of" yang berulang2
sama kayak "の" dalam bahasa jepang, penggunaan "of" yang berulang2 juga gak bagus.

6. "Sophisticated" word placement
hindari penggunaan kata hubung "however", "therefore", dan kawan2 di awal kalimat karena jadi 子供っぽい英語 (childish english).

7. Beberapa kata yang biasanya orang jepang salah pakai
  • maybe ≠ たぶん (=かもしれない)
  • expect ≠ 期待する (=予期する)
  • challenge ≠ 挑戦する (=挑発する)
  • by the way≠ ところで (=因みに)
  • apparently ≠ 明らかに (=見たところでは、どうも・・・らしい)
itulah sedikit catatan dari kuliah kemaren. di akhir kuliahnya Prof. Mark berpesan sering2 baca english paper dan sering2 nulis. jadi ingat pepatah minang, "lanca jalan dek ditampuah, lanca kaji dek diulang".

tamat... (^_^)

Saturday, March 25, 2006

oleh-oleh dari MIT (1)

Baru pulang dari amrik, San? hehhe.. gak lah yah. MIT yang dimaksud Musashi Institute of Technology, sebuah PTS di Tokyo. kebetulan MIT tahun ini jadi tuan rumah "The 53rd Spring Meeting Japan Society of Applied Physics". kebetulan lagi saya diminta sensei utk ngirim paper di annual domestic conference ini. sebenarnya saya dapat giliran untuk presentasi kamis kemaren. tapi karena MIT dan Tokyo Tech dekat banget (cuma 4 stasiun plus jalan kaki sekitar 15 menit) dan lagi males ber-jikken ria, sejak rabu kemaren saya tiap hari mengunjugi MIT. hitung2 ngisi liburan.

tentang kampus MIT
komentar pertama.... kampusnya jauh banget dari stasiun. jalan kaki sekitar 10 menitan. klo pulangnya bisa sekitar 20 menitan karena jalannya nanjak. bersyukur banget punya kampus dekat dari stasiun.
komentar berikutnya... kerasa banget bedanya kampus negeri ama swasta. keren banget euy. terutama kantinnya. gede banget. mgkn karena mereka cuma punya satu kantin kali yah. gak itu aja. kantinnya ada 2 lantai. ada kayak cafe gitu, khusus buat minum2 kopi or teh ditemani bakery yang aromanya begitu menggiurkan (san, kamu pergi wisata makan or conference seh?? ^_^)

tentang conference
hmm... topic conferencenya terlalu luas. applied physics gitu lho. mulai dari physical electronics, device dan masih banyak lagi. conferencenya dibagi menjadi 15 tema besar yang masing2 juga dibagi menjadi sub tema lagi. mgkn ada hampir 1000 paper yg dipresentasikan. untuk tema "Amorphous and Microcrsytalline Material" aja dibagi menjadi 4 sub topik dan berlangsung selama 3 hari.
karena topiknya luas, alhamdulillah bisa ketemu dgn beberapa orang Indonesia dari univ lain. seneng juga bisa ketemu ama orang2 indonesia yg topik risetnya mirip2 dikit. oiya, waktu itu ketemu sama ibu2 doctoral student dari Yamagata Univ. salut deh ama ibu ini. datang ke jepang baru 2 tahun lalu, tapi presentasi pake bahasa jepang. emang sih yah.. klo tinggal di daerah, orang asingnya jarang dan anggota lab pun jarang yg bisa english. biar bisa survive, mau gak mau yah mesti bisa nihon-go. sekali lagi, salut ama ibu ini.

tentang presentasiku
saya kebagian giliran presentasi di sesi kamis sore. bukan sore ding, menjelang maghrib. sekitar jam 5.15. jujur aja, saya sempat nervous banget. bukan nervous lagi... tapi ngeri. pas ngeliat presentasi2 sebelumnya, saya merasa kehilangan percaya diri. gimana gak, riset mereka keren2. risetku? wah.... biasa aja, klo gak mau dibilang memalukan ^_^ (tapi emang sih, riset saya belum ada yg ngerjain. makanya bisa submit di mana2)
trus, pas liat tanya-jawab presenter yg lain... suer... langsung keder. pertanyaannya ngeri2 dan dalam banget. makanya, klo anak2 B4 yg presentasi biasanya banyak yg gak bisa jawab pertanyaan2 dari audience. biasanya bakal dibantu jawab ama senpai or senseinya. klo saya? sensei gak ada. (pergi jalan2 (?) ke jerman. hiks.. bete gak sih??) mengharapkan dari senpai juga gak mungkin karena senpai gak gitu ngerti ama riset saya.
sampai detik2 terakhir mau presentasipun masih deg2an. dlm dua jam kayaknya 3-4 kali saya ke toilet karena pengen p*p*s. dah lama gak merasakan nervous kayak gini. presentasi akhir TA kemaren rasanya gak separah ini. pas mau maju ke depan, saya sempat berbisik ke Mr. H (my beloved senpai ^_^), "何かあったら、お願いします" (klo ada apa2, bantuin yah)
mgkn karena sangat nervous, saya ngomongnya jadi cepet banget. presentasi yg seharusnya 10 menit, saya cuma ngomong 9 menit lebih beberapa detik. syukurlah... pas sesi tanya-jawab bisa agak tenangan. alhamdulillah pertanyaan2 pun bisa dijawab dgn baik (setidaknya menurutku begitu). ada beberapa masukan dari audience yang insya allah berharga banget buat riset nanti. secara keseluruhan, saya lumayan puaslah dgn presentasi saya waktu itu walau gak sepuas pas presentasi akhir TA. pengalaman pertama conference, bener2 pengalaman berharga. 本当にいい勉強になりました。

bersambung... (klo sempat yah ^_^)

Saturday, March 18, 2006

Mission Completed

tadi sebenarnya bingung mau nulis cerita ini di mana, kampoeng lama or sini. karena males nulis di kampoeng lama, akhirnya diputuskan untuk nulis di sini.

beberapa minggu lalu, aku pulang beberapa hari untuk membawa 2 misi utama. sangat singkat, kurang dari 2 minggu. di padang seminggu, di bandung 4 hari. alhamdulillah dua2nya berhasil diselesaikan dgn baik (setidaknya menurutku begitu)

misi pertama, periksa kesehatan. emang elu sakit apaan, san? kagak tau euy. yang jelas sering banget sakit perut yang tiba2. apalagi klo telat makan or salah makan. yah, mgkn ada gangguan saluran pencernaan. dokter di sini juga gak tau penyebab sakitnya apa. mgkn gejala tipus (?) summer 2004 yg lalu belum sembuh total. makanya pengen dicek ama dokter indonesia. alhamdulillah setelah dicek di sana, katanya gak ada masalah dgn organ. pas minta dironsen, dokternya malah ketawa.. gak ada yg perlu dironsen datte. mudah2an benar deh.

ortuku masih belum puas, akhirnya pake cara tradisional. pijat refleksi. hehhehe. lucu juga sih. tapi biar sembuh total, semua kanousei harus dicoba. yg penting usaha dulu. pas diperiksa, katanya emang ada gangguan lambung ama usus atas. heran deh, kok dokternya bilang gak ada apa2 yah. kemaren di padang menjalani terapi refleksi selama seminggu. disuruh minum ramuan2 juga. tapi... suer pahit banget. aku gak minum. (bandel yah... ^_^) sekarang kayaknya udah baikan. kadang suka ngetes, iseng telat makan. alhamdulillah so far belum ada masalah. mudah2an bener2 dah sembuh total.

misi kedua... misi yg jauh lebih penting. alhamdulillah masalahku dengan yg di seberang sana berakhir dengan baik2. gak ada yg sakit hati, gak ada yg saling benci. kita putuskan untuk jalan masing2. keputusan ini kita ambil demi kebaikan dua keluarga besar kita.

berat emang. bayangkan.... 6.5 tahun lebih aku dan "yg di seberang sana" jalan bareng. semuanya dijalanin bedua. rencana ke "tobira" dah dibikin. dua keluarga awalnya dah setuju banget. ortunya dah sayang banget ama aku, begitu juga ortuku dah sayang banget ama dia. tapi yah... namanya gak jodoh (blm tau juga sih, sapa tau ntar ujung2nya jodoh juga. ma... harapannya gak gitu sih. eh, gak dink. pasrah aja. hehehe) sekarang kita mencoba menjalani "dunia baru". dunia jomblo. hehhee.. sering ditanya ama sahabat2ku yg lain di seberang sana. "gak sayang tuh, san?" sayang emang... tapi gimana lagi. mudah2an ini yang terbaik buat kita bedua dan dua keluarga besar kita.

buat yg di seberang sana, aku doain semoga segera dapat yg baru. dapat pengganti yg jauh lebih baik dariku. moga doa ortumu bisa segera terkabul, punya mantu di saat dirimu resmi jadi bu dokter ^_^ 一つだけ約束してもらっていいですか。幸せになって下さいね。それで、俺も幸せになるからさ~

to iu koto de... sejak tanggal 6 Mar '06 kita resmi jalan masing2 dan akupun resmi jadi jomblo. utk sementara belum pengen mikirin soal "tobira" dulu, mau mencoba membangun cita2 baru. hehhehee

insya allah ini catatan terakhir tentang dia dan aku. sekali lagi, 新たな道を歩んで行こう ^_^ hidup jomblo. hehehhehe

kampoeng baru

alhamdulillah, akhirnya pindahan juga dari kampoeng lama.
sebenarnya dah lama pengen pindah. tapi seperti biasa, lagi diuji sama yang namanya waktu (sok sibuk banget yah ^_^v)

kenapa aku harus pindah? hmm… sekedar pengen suasana yang baru aja. datte… kampoeng lama terlalu manis untuk dilupakan. terlebih lagi kenangan dengan yang di seberang sana (ups… mata ka yo :D)

dgn semboyan "新たな道を歩んで行こう", akhirnya dengan berat hati harus transmigrasi. biarlah kampoeng lamaku jadi salah satu peninggalan sejarah. hehhehe. kali aja suatu saat pengen baca2 lagi.

trus, kenapa di blogspot? hmm... karena klo multiply lagi, bingung kasih nama akun nya. dah terlalu sayang ama trade mark "ihsanyunaz" sih.

oiya, sama seperti kampoeng lama, kampoeng ini sebenarnya hanya kumpulan tulisan2 sampahku ^_^ so, sori mori aja klo kurang berkenan ;-)

sore deha, yoropiku m(_._)m